tubuh ayah dan ibu terbujur dingin dan kaku,
kedua matanya melotot;
melototi waktu yang sialnya merenggut kesucian hari bahagia,
pun menangisi keberangkatan diri dilalap ajal,
atau menembaki siapa saja bertanggungjawab
atas kematian sang Pencipta yang suka membisu
—dan layaknya malaikat dan iblis
mencintai tubuh ayah dan ibu dari napas pohon beringin
28 Februari 2024
Palito. Lahir di sebuah desa Sumatera Barat 18 Oktober 2001. Alumnus Bimbingan dan Konseling di Universitas PGRI Sumatera Barat. Berproses belajar puisi di Kelas Puisi Bekasi (KPB). IG:@paa_litoo