PEKANBARU-TIRASTIMES: Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar dijadwalkan hari ini, Selasa (25/1) menerima tamu kehormatan dari Malaysia, yakni Menteri Dalam Negeri Malaysia, Dato’ Seri Hamzah Bin Zainudin.
Kedatangan putra asal Air Tiris Kampar Riau itu, direncanakan akan berkunjung ke Provinsi Riau dalam rangka kunjungan persahabatan antara Malaysia dan Indonesia.
Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Duskominfotik) Riau, Raja Hendra Saputra mengatakan, dalam agendanya Datuk Seri Hamzah Zainudin akan mengunjungi Riau pada Selasa (25/1/2022) hari ini.
“Iya, rencananya Datuk Seri Hamzah Zainudin akan mengunjungi Riau besok (hari ini) ” kata Raja Hendra, Senin (24/1/2022) kemarin.
- Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau Gelar Podcast SAPA (Santai, Padu, Aspiratif) untuk Mengangkat Sejarah dan Potensi Desa Sungai Air Putih
- Larangan Penebangan Kayu Bakau Berdampak pada Ekonomi Warga, DMDI Riau Gelar Baksos bagi Dhuafa dan Muallaf di Kepulauan Meranti
- RSIA Zainab Luncurkan SAFE CHILD, Perkuat Perlindungan Anak dari Kekerasan Seksual pada Festival Hari Anak Nasional ke-5
- Durian Meranti Berasa Sampai ke Hati: Cerpen Hendrizon Bin(Alm) Nashruddin Zakaria.
- DMDI Riau Salurkan Ratusan Paket Sembako dan Pakaian Layak Pakai bagi Kaum Dhuafa dan Mualaf di Kepulauan Meranti
Raja Hendra menyampaikan, bahwa Pemprov Riau menyambut baik adanya rencana tersebut. Ia berharap dengan adanya kunjungan Menteri Dalam Negeri Malaysia ke Indonesia dapat memberikan dampak yang positif bagi hubungan dua negara, yaitu Indonesia dan Malaysia, khususnya untuk Provinsi Riau dan Malaysia.
“Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, tentu kita berharap rencana kunjungan ini dapat mempererat hubungan yang baik antara Indonesia dan Malaysia, khusus antara Provinsi Riau dan Malaysia,” ujarnya.
Untuk diketahui, sebelum berkunjung ke Riau, Dato’ Seri Hamzah Bin Zainudin ini juga telah mengunjungi Kantor Kementerian di Jakarta. Salah satunya mengunjungi Kantor Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), dan bertemu langsung dengan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono, Senin (24/1/2022).
Dalam kunjungan itu, keduanya sepakat melakukan operasi pengawasan bersama (joint operation) untuk menekan terjadinya praktik illegal fishing yang masih saja terjadi di perairan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di wilayah perairan Selat Malaka yang masih tumpang tindih (unresolved maritime boundary).
Pengawasan bersama ini juga bertujuan memberikan edukasi kepada nelayan kedua negara, supaya tidak ada lagi penangkapan yang dilakukan oleh otoritas Malaysia terhadap nelayan Indonesia begitupun sebaliknya.(fh/ns)