MENGEJA KITAB DIRI
Dienullah Rayes
Merenung sejenak meneliti diri
Dari ujung rambut sampai ujung kaki
Kalau terasa pahit dan sakit.
Bagaimana perasaan kita ( khusus wanita ) kalau rambut hitam mengilat menggapai pinggang tiba-tiba rontok hingga kepala botak,katakanlah gundul.
Betapa rasanya sepasang mata yang tajam mengerling tanpa terduga lalu buta hingga tak bisa memandang keindahan dunia.Tak dapat melihat aneka bunga mekar di dalam dan di luar taman.
Bagaimana rasanya kalau gendang telinga pecah dan tertutup hingga tak bisa nikmati siulan burung-burung songsong pagi hari.Pun tak bisa dengar gema azan lewat si jago berkokok pagi buta.
Duh betapa rasanya kalau lubang hidung tak berfungsi lagi hingga tak mampu lagi mencium harum mewangi bebungaan yang indah lestari.
Nah,bagaimana kalau lidah tak mampu lagi rasa manis-pahitnya hidangan yang tersaji.Hilang selera hidup dan kehidupan.
Duh betapa perihnya saraf terjepit,keram kaki hingga asam urat jemari kaki.Mati tidak bergairah lagi.
Duh,bagaimana kalau otak dan hati tak lagi berpikir dan berzikir.Seperti tak lagi merenung tentang kebenaran ayat-ayat Ilahi Rabbi.
Kita harus terbang ke langit Nya merebut ruang cinta.
Bersyukur dan berterima kasih terhadap Maha Pencipta atas nikmat dan rahmat serta karunia yang berlimpah ruah yang nampak nyata maupun yang tersembunyi dari kasat pandangan mata.
Allahu Akbar,Engkau Maha Besar
Segala yang bercahaya di langit dan yang terhampar hijau di bumi
adalah barang titipan
ADALAH MILIK MU WAHAI MAHA KEKASIH .
Sumbawa,NTB di bawah kaki langit
14 Mei 2025.