Merayakan Luka Bernama Merdeka: Puisi Daris Kandadestra

Kami menyalakan pelita di dada,
menyebut nama negeri dengan suara parau,
sambil menutup perut yang senantiasa lapar.
Katanya merdeka,
namun apa bedanya dengan masa silam
ketika rimba raya menjadi majikan,
sungai karib yang setia,
dan tanah memberi makan tanpa kwitansi dan bea?
Delapan puluh tahun—
kami diajari bertepuk tangan pada bendera,
sementara tangan para penguasa bertepuk
menyambut amplop dan takhta,
kursi dewan menjerit bosan,
ditunggangi pantat yang hanya pandai bergaya,
tanpa perbawa, tanpa suluk kebijaksanaan.
Merdeka ini, uang sudah pandai berpidato.
Ia menyeringai serupa cendana terbakar,
Bawalah pulang,
Ia bisa menjadikanmu raja sehari,
Pejabat menunduk,
seperti boneka kayu kehilangan paku,
digerakkan oleh tali rakus,
oleh syahwat yang tak pernah insaf,
dan rakyat seribu tahun jelata.
Mereka yang menulis kata merdeka di papan tulis—
kini disebut beban bangsa.
Padahal tanpa mereka,
bagaimana pejabat mengeja kata korupsi,
atau menulis angka nol berderet panjang
di belakang rekening yang candala?
Anak-anak di sekolah
menghafal definisi kemerdekaan
sambil melupakan makna hormat,
menyimpan akhlak di laci berdebu,
menjadikan aturan
sebagai kertas mainan yang mudah ditiup angin.

Oi Mak..
Kami mendengar hutan merintih getir
akar-akar dipasung besi,
daun-daun disumpal asap pekat.
Sungai ikut bersendu
Airku dicemari racun,
ikan-ikan menjelma arwah hanyut
yang tak sempat berpamitan.
Beginikah pesta kemerdekaan?
Kami menonton gembiranya di istana,
sementara panci di dapur
kosong serupa janji kampanye
yang gugur sebelum mekar.
Maka kami berbisik lirih:
jika inilah merdeka,
biarlah kami kembali dijajah rimba,
dipeluk sunyi sungai,
dibekap kabut hutan.
Sebab di negeri ini,
merdeka hanyalah luka panjang
yang dirayakan setiap tahun
dengan upacara bendera,
gegap gempita seremonial
yang hanya mengundang kesenyapan jiwa.

SwarnaDipa, Akhir Agustus 2025

Daris Kandadestra adalah nama pena dari Dedi Saputra yang lahir 12 Juli 1984 di Enok, Riau. Penulis merupakan anggota FLP Cabang Pekanbaru. Beberapa karyanya berupa puisi dan cerpen telah dibukukan dalam beberapa antologi bersama. Kicauannya dapat di lihat di Instagram @daris_kandadestra atau di akun facebook Daris Kandadestra. email: dariskandadestra@gmail.com dan di WA 085264883343.

Comments (1)
Add Comment
  • S. Gegge Mappangewa

    Keren nian