Ku semai benih dengan bismillah
Berharap jiwa tiada yang terluka
Namun doaku seketika itu punah
Oleh tandatangan bertinta merah
Sebelah kiri dan kanan adalah untuk tanaman dari jenis pohon kayu jati
Dua bagian di dalam sketsa itu jangan dibiarkan tumbuh lagi
Semua bagian yang telah disepakati harus memperoleh hasil lebih dari kontribusi
MoU kelas atas ini adalah pasti dan segera kita jalani
Demikian MoU Bertinta Merah itu berbunyi
Orang-orang berdasi itu mengukur wilayah ini dengan pasti
Membakar dan membabat hutan melebihi ganasnya binatang buas
Singa dan gajah mati karena lapar dan cuaca panas
Masyarakat setempat kini ikut menjadi imbas
Kesehatan, roda perekonomian dan mutu pendidikan pun terjejas
Bahkan puluhan nyawa manusia ikut menjadi naas
Di MoU Bertinta Merah hal ini tidak bahas
Wahai kau yang ikut menandatangani
Kemanakah hati nuranimu mohon jangan diulangi
Wahai kau yang ikut menyepakati
Kemanakah akal pikiranmu kebijakan ini sungguh tak manusiawi
Biarkan kami rakyat hidup dinaungi rahmat
Biarkan kami rakyat hidup dengan semangat
Biarkan kami rakyat hidup tanpa hikayat
Biarkan kami rakyat hidup bermartabat
Bengkalis, 26 Oktober 2026
Hendrizon, Lahir di Bengkalis 17 Juli 1979. Bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil bagian Kehumasan pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis. Pada 24 Februari 2024 resmi dilantik sebagai anggota Perkumpulan Rumas Seni Asrizal Nur (PERRUAS) Riau sebagai Koordinator untuk Kabupaten Bengkalis Masa Bhakti (2024-2026). Mulai Aktif menulis sejak tahun 2021.