Menyusuri jalan ke arah timur Sumbawa
tiga desa menyambut musim basah
musim menanam harapan, panen keberkahan
pepadian hijaukan mata
malai muda di dalam batang mulai bermunculan
Desa Poto, Lengas, dan Malili
menjaga akar budaya
menjalar pada ubun
menjadi doa yang tak terucap,
dan hidup di setiap helai napas tanah.
Kutemukan sedekah ponan,
bukan sekadar mengepul asap pada rumah-rumah:
belajar mengurai syukur, merelakan berbagi
hati yang pulang dalam kecukupan.
Di antara lumpur sawah dan langit kelabu,
ibu menanak harap,
bapak menanam sabar,
dalam butir padi yang jatuh ke bumi
Sedekah Ponan
kutemukan sunyi yang menguatkan
dalam jejak-jejak kebaikan
yang tumbuh diam-diam—
menjadi akar kehidupan suku Samawa
Sumbawa, 24 Oktober 2026
Uleceny dilahirkan di Sumbawa pada 5 Juli 1976. Menulis puisi dan cerpen, serta telah menerbitkan tiga buku puisi tunggal: Rindu Perempuan Rumah Panggung, Cinta Sebening Madu (dinominasikan sebagai Buku Sastra Indonesia 2024 oleh Lumbung Puisi Sastra Indonesia dan terpilih dalam FSIGB 2023), serta Perempuan Penjaga Tradisi (buku puisi pilihan dalam Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2024). Juga menerbitkan cerpen tunggal Merindang Rindu (Hyang Pustaka, 2024). Aktif belajar di AIS dan tergabung dalam Komunitas Sastra Sumbawa, Panre Satera Sumbawa.