NAMUN KUTEGUK JUA : Puisi Datin Sariana

NAMUN KUTEGUK JUA

Karya : Datin Sariana

 

Sepi,
Memang menyelimuti hati cinta kasih mesra.
Maka derai rindu pun turun tiada henti.
Saat kuteguk secangkir kopi cinta manis,
Maka wajah manis senyummu muncul,
Bagai Senyum Semaniez Qurma.

Sementara,
Engkau entah di mana kini.
Tiada kabar berita,
Meski burung di reranting pohon mencicit,
Tapi tidak mengabari tentang keberadaan dirimu.

Meski kau pahami,
Cintaku adalah garam larut yang tak terlihat.
Namun rasa tajamnya terasa di lidah kenangan.

Ampas yang mengendap di dasar cawan,
Kulihat ada peta nasib menyeret langkahku,
Menyusuri jalan berbatu menuju matamu.

Di balik jendela kamar,
Bulan sabit di atas bebukitan,
Kulihat seperti sabit clurit perak,
Mengiris jarak di antara kita.
Angin kemarau mendesau menghela di tumpukan ilalang,
Sambil membawa aroma tubuhmu yang membatu.
Dan lebih bertahan dari debur ombak.

Kesedihan hati cinta mesra ini,
Hanya kuteguk sendiri.
Pilunya rasa hati cinta di dada ini,
Tiada terkira.
Karena namamu di hati cintaku,
Telah lama bersemayam,
Dan tak mungkin mudah lekang.
Meski kemarau mesra sedang melanda.
Namun,
Sebelum kopi cinta manis ini dingin.
Untuk yang terakhir,
Kuteguk jua.
Meski bayangan wajahmu ada di cangkir ini.

 

Baganpunakmeranti, Rabu, 14 Januari 2026.08.42

Comments (0)
Add Comment