Nostalgi Meja Makan di Turki: Puisi Hening Wicara

Aku rindu suasana persaudaraan
yang terjalin di meja makan.
Sendok dan garpu saling berteman,
nyaris tak ada persinggungan
Begitu pula suapan demi suapan
Demikian santun dan perlahan

Kita tak hanya hadap-hadapan
atau sebelah-sebelahan,
tapi juga tatap-tatapan.
Saling mengucap penawaran:
“Mau nasinya?”
“Atau ayamnya?”
“Oh, barangkali kuah sop nya?”
“Tambah rotinya?”

Meski yang didapat hanya gelengan
Namun, mata tetap awas memperhatikan
Barangkali masih tersisa makanan-makanan
yang dibawa dari kampung halaman

Rendang, ikan bilis, ikan teri
bumbu pecal, sambel ijo, dan sambel terasi
Telah menjadi pahlawan-pahlawan terkini
Dalam menghabiskan sepiring nasi

Begitulah,
Meja makan di Turki tak hanya berkisah
tentang butir-butir nasi yang mewah
dengan aroma zaitun yang berkah
Atau tentang jerih keringat petani di sawah
Namun ia juga berkisah tentang ukhuwah
yang semoga selamanya terjalin indah

Istambul, Juli 2023.

Comments (0)
Add Comment