Kami berserah pada papan reklame
Saat telah padam unggun
Yang coba kami nyalakan
Untuk membunuh hoax
Dan keganjilan
Yang lahir dari rahim televisi.
Bertahun kami bakar mimbar
Juga kursi penguasa, selempang,
Dan karibnya dalam tubuh kami.
Sebab kebenaran yang berserakan
Di beranda notifikasi,
Yang berusaha memasuki mata,
Kini telah kelabu dan berdebu
Ditingkahi tangan yang gemulai
Bermain dalang.
“Suatu hari kita akan melihat kebenaran
Dipancung di koran dan televisi,”
Ucap seseorang yang suaranya
telah habis ditelan palu hakim.
“Lalu malam tanpa bintang
akan terhampar di dada
sebagai wujud kebingungan
yang merajalela.”
Seperti nujuman
Kata itu jadi masa depan
Di tubuh kami.
Seperti suratan
Kata itu jadi kebenaran
Yang menakuti.
Maka malamlah kami,
juga sajak-sajak dalam tubuh kami
Telah kami bunuh setiap berita yang bertamu
Dan kami jadikan bangkainya sebagai pengingat
Bahwa segenap soal diciptakan mereka;
Penumbal doa orang tua
Untuk masa depan anaknya.
Biarkan diri kami berserah pada papan reklame
Barangkali sebuah senyum di sana
Bisa merayu diri kami
Yang telah memancung seluruh bai’at,
Agar sejenak merunduk,
Bertaruh pada segenap ketidakpastian
Sumenep, 2023
Fathurrozi Nuril Furqon, lahir di Sumenep, 01 Agustus 2002. Alumnus TMI Al-Amien Prenduan 2021, dan mahasiswa UNIA, yang gemar membaca, menulis, dan bermain Genshin Impact. Bisa dihubungi lewat WA; 081936462844, IG; @zeal0108, email; ozijenius02@gmail.com.