Pemilik Rindu: Puisi Prayogi Hadi Santoso

Ia perlahan muncul dengan lambat
Lamat-lamat terjerat
Saat hati telah tertambat
Barulah ia mengancam dengan cepat
Mengarungi malam-malam pekat
Wajah tersemat
Juga mendambakan pada satu tempat
Bahkan sebelum terpejam serta terpegang erat

Lantas kenapa tercipta gerangan?
Sementara ia hanya sebuah rasa yang tertawan
Manakala gejolak meradang menyerang dada tiada tahan
Tatkala senantiasa selalu bersemayam dalam pikiran

Terang-redup terhimpun sebuah tanya
Bukan kita sebagai pemiliknya
Satu antara kita di dunia tiada punya
Juga bukan kita yang menangguhkannya
Bagaimanapun caranya
Kecuali yang Esa yang berhak menghendakinya
Dan hanya oleh-Nya rindu itu ada dan tiada selamanya

Pekanbaru, 16 April 2024

Comments (0)
Add Comment