Permainan Waktu: Puisi Anis Deniartono

Raga terbaring lemah
Selang infus setia menemani
Kepala gaduh saban waktu
Mulut tak bisa tersenyum
Mata tak lagi pintar menangis

Sesekali jiwa meraba dan menebak
Apa yang tengah terjadi?
Badan serasa berat
Kaki tak bisa menopang kembarannya
Sesekali penyesalan mengisi hidup
Mengorek hari yang telah lewat
Tak bisa terpegang,
Untuk bisa menoreh dan mengupas hari

Beribu mata menatap tanya
Mengapa sayap indahmu rusak?
Hanya menggeleng, menahan tangis yang ingin bisa pecah dalam teriak, meraung dan menjerit
Menumpahkan beban kian sesak

Aku dimana?
Aku tak lagi menemukan diri
Hilang dalam keterpurukan
Dalam waktu yang lama
Raga dan jiwa tak lagi menyatu

Aku mencoba merapat malam
Menggelar sajadah
Mengungkap dalam sujud
Berharap tercurah lega
Hanya tangis ketakutan tanpa alasan

Menghiba dalam doa
Hari, bulan dan tahun tanpa lelah
Seperti mengayuh sampan tanpa daratan
Ingin sejenak duduk sempurna
Bercerita dan terbahak bersama secangkir kopi bahagia
Lelah, teramat lelah

Pasrah,
Ikhlas,
Sabar,
Berdamai dengan diri
Ini jawaban ?

Bumiayu, 20 Juli 2023

Anisah, terlahir di Bumiayu, 01 Agustus 1969. Suka menulis, dan alam. Mengajar di sekolah swasta dan megelola usaha retail milik pribadi. Belajar di Asqa Imagination School (AIS). IG: @anisdeniartono

Comments (0)
Add Comment