ANGIN DARI TAREMPA
Engkau bagai tempurung yang terapung-apung
Sejak mereka mengambilmu
Untuk seorang ibu yang kini dirundung pilu
Seorang ibu yang penuh derita dan beban
Engkau masih saja terapung-apung
Di laut cina selatan
Yang kini bergemuruh
Karena ada angin utara
Yang merasa berkuasa
Atas semua penjuru angin
Ketika engkau berseru
Menyebut nama sultan demi sultan
Yang lupa memberi salam padamu
Karena terjepit
Antara persaingan sesama
Dan pemerasan Batavia
Angin dari Tarempa
Selalu menggoda
Para laksamana
Pekanbaru
Juni 2020
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Esai Kritik Resensi, Peristiwa Budaya dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel: redaksi.tirastimes@gmail.com