KEPULANGAN MATAMU
Di pulang matamu
ku rangkai rindu
dari pecahan biru
yang akan abadi seperti kalbu
Selepas semuanya berganti
langit pun tak mengerti
hingga semua memisahkan diri
cinta, rasa, kenangan, lagi tak sehati.
Kamar Tunggu. 2021
MEMOAR MASA LALU
Sebelum semuanya tertata:
angin pernah menghancurkan kata-kata
seperti daun-daun yang jatuh lalu hancur dengan sendirinya
Juga kertas nan elok diusir paksa oleh angina di kampungnya sendiri
seperti itulah dulu
sebelum aku temukan puisi di atas
kursi goyang milik kakek.
Kamar Tunggu, 2021
BERANDAI-ANDAI
Amsal diriku dan dirimu ada di taman asoka
maka kusekolahkan rayuan kita
pada bunga-bungan taman sana
ada dia belajar mengukur
bahwa kebahagiaan terlahir dari berandai.
Kamar Tunggu, 2021
GIRISAN PERASAAN
Di hatiku yang giris ini
kesalahan dan kebaikanku beralamat
ada di genting-genting pecah
dan air yang bisul ketepian
Seusai ombak menggulung ke pelupuk mata
dan deru yang mengibas luka
aku duduk di atas suara burung
nan setiap pagi membawakan dongeng seperti saat balita
Tak seoar pun tahu mengenai ini
hati. Perasaan. Cinta, kenangan, tak pernah ku biacarakan padanya
Kamar Tunggu, 2021
DESA KU
Separuh sawah habis di makan jalan
separuh tembok sudah terjual
lukisan bilik berubah wajah
semilir angina tersa gerah
Anak-anak makan pulsa dan bensin
para ibu berwirid di hadapan hp
para bapak nongkrong di sembarang tempat
sementara sisa tanah dan sawah kakek
di timbun oleh penggarap
Sapi enggan mengolok
kambing malas berbunyi
ayam-ayam sakit setelah makan nasi basi
katak pun sudas kehabisan suaranya.
Semakin indah saja desaku
lekukan tubuhnya
bak penyanyi dang-dut
siang malam terus bergoyang.
Annuqayah, 2021
KERUDUNG
Sebenarnya ini kerudung serba guna
bisa melindungi kepala dari panas matahari
bisa menutupi kebotakan
yang bisa mengungkap rahasia usia
Wanita-wanita syurga menjadikannya
busana yang indah dan lebih
cantik bila di pasangkan dengan baik
eh, tapi wanita pelacur pun
memakainya di ruang pengadilan
Entah apa maksudnya
agar cantik di depan kamera?
penutup tanda salah di wajah?
ataukah agar terkesan
tidak pernah melakukan dosa
supaya mempengaruhi sidangnya
siapa tahu bisa meringankan hukumannya.
Terimakasih kerudung ! aku selamat !
Cipta Kamar, 2021
- Santri PPA. Lubtara., Siswa Kelas Akhir SMA 1 Annuqayah. Aktif Di Komonitas Jembatan Pena Dan Masyarakat Seni Annuqayah (MSA) Serta. Lesehan Sastra Annuqah (LSA), Pustakawan Lubtara, Puisi-Puisinya Nangkring Di Media Cetak Dan Online
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com