IMPIAN-IMPIAN RINDU
Setelah kedatanganmu
cinta akan terus datang
dan menghangatkan dirinya sendiri
agar rindu
menghangatkan diri diatasnya
Impian rindu
bukankah untuk memperketat bertemu
bukan pula menambah nafsu
Impian rindu
tak lain hanya ingin
menjadi orang tua
yang lemah lembut
bagaimana cara terbaik
untuk memanggil namamu
Dimanakah rindu
setelah impian rindu sudah terkabul ?
“menjauhkan diri dari orang orang”
di sebuah ruang yang hanya boleh
dihuni puisi dan diksi-diksi.
Lubtara, 2021
AKU SEMPAT MENCINTAIMU KEKASIH
Di kebahagiaan itu
aku terharu melihat tingkahku padamu
menyulam cinta pada sepetak senyum tiap pagi
ku rangkai cara untuk membuatmu tersenyum
supaya nanti, di saat itu aku bisa bersamamu.
Tak terasa ribuan menit kujalani
kau juga membalas perlakuanku
hingga pada suatu waktu:
kau perbolehkan aku bersandar
mendengarkan degup kencang dadamu
sambil mengelus tangan mungilmu.
oh,,bukan main kekasih
dadaku tergoncang
merasakan degup yang sama persis
seperti beduk yang ditabuh
aku terhuyun kekasih
aku terhuyun bersama cintaku padamau
tapi itu dulu bukan ?
Di kesakitan itu kekasih
kau beri harapan kosong
sekosong air mataku yang tumpah
kau cambuk hatiku
dengan begitu keras
sekeras isakan tangis tengah malam.
Kau menjalankan cinta kekasih
selain bersamaku
bukan main.
kau lupakan aku saat itu
apakah kau menyadarinya?
tidak ! tidak mungkin!
kau buta kekasih, kau tamak!
aku pun merasakannya
tapi itu dulu bukan ?
“kesakitan terdalamku salah satunya
mengenang secercah cerita kita”
Lubtara, 2021
TERIMAKASIH KEKASIH
:cinta baru
Terimakasih kau telah memberi
kenangan di atas puisiku
dan cintamu yang membasuh semua sakitku
Terimakasih kau ikhlaskan
ceritamu yang menghabiskan
waktu pantai usiaku
Terimakasih kau menyemangatiku
dengan senyum yang selalu baru
dan setiap harinya merayu.
Lubtara, 2021
PADA SUATU RINDU
:kedatangan cerita rindumu
Kutemukan kembali di pojok mata
potongan-potongan cinta yang menginap di pesantren
itulah engkau kekasih, bukan yang lain!
Aku mencintaimu tanpa henti kekasih
tanpa kau menyuruhnya
itu memang cita-citaku sebelum terlahir
Pada suatu rindu malam takut berganti
ketika semua fikirku adalah kau
di saat itulah waktu berhenti dan kasihan kepadaku
Bawalah aku ke bahu jalan rasamu
karna aku ingin menjadi daun yang selalu bersamamu
sepanjang jalan tanpa batas.
Lubtara, 2021
AKU SELALU PADAMU
Aku cinta padamu sedalam lautan
aku menyayangimu seluas bumi
aku merindumu sejaun angkasa.
Lubtara, 2021
- Santri PPA. Lubtara., Siswa Kelas Akhir SMA 1 Annuqayah. Aktif di Komunitas Jembatan Pena Dan Masyarakat Seni Annuqayah (MSA) Serta. Lesehan Sastra Annuqah (LSA), Pustakawan Lubtara, Puisi-Puisinya Nangkring Di Media Cetak Dan Online Ig: Cipta Al Zafif Fb: Birru Al Zafif
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com
Keren si, ga kebayang yang jadi obyek inspirasi karya ini pasti terharu banget hehe “cinta baru penyembuh luka sebelumnya”. Ditunggu karya selanjutnya, semangat selalu author:)