JEJAK USIA
betapa gigil melingkar-lingkar di sekujur tapa
desisan ular mengukir risau di sepanjang kemarau
tuah azimat tak berpihak
dari perjalanan titik air haru terakhir
menyapa tanah membersitkan kelopak mawar
perasaan terjauh mencari tirta
lekapkan bulir-bulir embun memagut degub
dari pucuk-pucuk dedaunan di bukit lembah
siut angin rajin menaburkan kisah
seperti wangi alam membebaskan napas
ke dalam belaian kekasih
di sepanjang jejak usia
Tuhan membuka dekapan-Nya
berlarilah bersama air mata
bergumullah dalam mata air-Nya
~
Boyolali, 16 November 2021
AIR MATA MALAM
malam basah
sajadah subur permai
khusyuk tunduk
duka dicucurkan ke atas
tutup pintu mata di sebalik rumah
buka tetesan segenap duka di lubuk sadrah
dahi menempel ke bawah
naik lewat kepulan doa
penuhi pelupuk dari risak onak
terlihat sudah luka paling nganga
tanpa tabir di hadapan-Nya
tangan-Nya teduh terulur
sulur rintih perih dirawat-Nya
~
Boyolali, 16 November 2021
- Eka Mega Cynthia. Alumni Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNS Surakarta. IG: @mega_cynthia17
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com