BAGAIMANA KABARMU HARI INI
Selamat pagi kehidupan yang sulit untuk dijalani, teruntuk kamu.
Bagaimana kabarmu hari ini
Apakah masih bisa tersenyum
atau hanya bisa menikmati pipimu yang basah
Hari-hari sudah kamu lewati seorang diri
teman-temanmu yang dulu dekat
kini berlahan-lahan menjauh pergi.
dulu kalian berjuang bersama dengan gembira,
kini semuanya harus menikmati hidupnya masing-masing
walaupun dengan susah payah,
dengan jalan hidupnya masing-masing yang berdarah-darah.
lalu kamu hanya bisa menghibur sepi
berteman rindu dengan bayangan indah
yang menari-nari di masa lalu.
Hey…
Bagaimana kabarmu hari ini?
Bagaimana proses perberjuanganmu dari hari kemarin,
dari awal merangkap lalu berusaha untuk berlari
dari mata hari pergi
hingga matahari beranjak pulang
dan kamu masih setia untuk menjadi orang yang dewasa
yang tidak lagi membahu pada siapa-siapa
Aku harap kamu baik-baik saja ya
Walaupun hari ini kamu hanya bisa makan
setidaknya kamu tidak lagi kelaparan
meskipun kamu tidak lagi bisa menikmati masa liburan
bersama teman-teman karena waktumu dihabiskan hanya untuk berkerja
setidaknya kamu sudah mulai tumbuh dewasa dalam kehidupan
mulai berkerja lalu menafkahi diri sendiri dengan bijaksana
dan kamu tidak lagi seperti yang dulu menjadi orang yang selalu
merepotkan banyak orang
mudah mengeluh lalu jadi benalu
Bagaimana kabarmu hari ini?
Semoga kamu masih bersemangat untuk bekerja,
walaupun hasil yang kamu dapatkan tidak seberapa,
setidaknya kamu bisa mengeringkan pipimu yang basah,
lalu berlahan-lahan dapat kamu beli semua mimpi-mimpimu
yang selalu tertunda.
Semoga hari ini kamu baik-baik saja
dengan apa yang kamu punya
Jikalah datang lagi masalah
Anggap saja
Tuhan sedang mengajakmu bercanda
Tahoku, 01 Februari 2022
Firman Wally, karya-karyanya sudah termuat di berbagai antologi puisi, di antaranya Antologi Puisi Dari Negeri Poci 10 “Rantau” Dari Negeri Poci 11 “Khatulistiwa” dan lebih dari empat puluh antologi lainnya. Ada pun karya-karya sastranya tersiar juga di berbagai media online dan di Majalah digitela seperti: Semesta Seni, Jurnal Kopi dan majalah Elipsis. Penulis buku Puisi “Lelaki Leihitu” 2021 dan “Kutemukan Penyesalan di Setiap Kehilangan” 2021.
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com