Bagaimana Kabarmu Hari Ini | Puisi Firman Wally

BAGAIMANA KABARMU HARI INI

Selamat pagi kehidupan yang sulit untuk dijalani, teruntuk kamu.

Bagaimana kabarmu hari ini

Apakah masih bisa tersenyum

atau hanya bisa menikmati pipimu yang basah

Hari-hari sudah kamu lewati seorang diri

teman-temanmu yang dulu dekat

kini berlahan-lahan menjauh pergi.

dulu kalian berjuang bersama dengan gembira,

kini semuanya harus menikmati hidupnya masing-masing

walaupun dengan susah payah,

dengan jalan hidupnya masing-masing yang berdarah-darah.

lalu kamu hanya bisa menghibur sepi

berteman rindu dengan bayangan indah

yang menari-nari di masa lalu.

Hey…

Bagaimana kabarmu hari ini?

Bagaimana proses perberjuanganmu dari hari kemarin,

dari awal merangkap lalu berusaha untuk berlari

dari mata hari pergi

hingga matahari beranjak pulang

dan kamu masih setia untuk menjadi orang yang dewasa

yang tidak lagi membahu pada siapa-siapa

Aku harap kamu baik-baik saja ya

Walaupun hari ini kamu hanya bisa makan

setidaknya kamu tidak lagi kelaparan

meskipun kamu tidak lagi bisa menikmati masa liburan

bersama teman-teman karena waktumu dihabiskan hanya untuk berkerja

setidaknya kamu sudah mulai tumbuh dewasa dalam kehidupan

mulai berkerja lalu menafkahi diri sendiri dengan bijaksana

dan kamu tidak lagi seperti yang dulu menjadi orang yang selalu

merepotkan banyak orang

mudah mengeluh lalu jadi benalu

Bagaimana kabarmu hari ini?

Semoga kamu masih bersemangat untuk bekerja,

walaupun hasil yang kamu dapatkan tidak seberapa,

setidaknya kamu bisa mengeringkan pipimu yang basah,

lalu berlahan-lahan dapat kamu beli semua mimpi-mimpimu

yang selalu tertunda.

Semoga hari ini kamu baik-baik saja

dengan apa yang kamu punya

Jikalah datang lagi masalah

Anggap saja

Tuhan sedang mengajakmu bercanda

Tahoku, 01 Februari 2022


Firman Wally, karya-karyanya sudah termuat di berbagai antologi puisi, di antaranya Antologi Puisi Dari Negeri Poci 10 “Rantau” Dari Negeri Poci 11 “Khatulistiwa” dan lebih dari empat puluh antologi lainnya. Ada pun karya-karya sastranya tersiar juga di berbagai media online dan di Majalah digitela seperti: Semesta Seni, Jurnal Kopi dan majalah Elipsis. Penulis buku Puisi “Lelaki Leihitu” 2021 dan “Kutemukan Penyesalan di Setiap Kehilangan” 2021.

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com

puisisajaksastrasyair
Comments (0)
Add Comment