LELAKI PENGHITUNG SANGKALA
Aku masih meniti masa
Hampa di tengah lelehan doa
Wajahku enggan menatap jagat
Agar kau tak tenggelam dalam hujat
Membalur angkara- serapah ke lahat yang kokoh
Aku hanya mengenangmu dalam temaram
Dalam kelam yang terus membantah kekarutan, menjalar menutup kata
Meraba bentuk dan jiwamu yang lemah
Mengubur janji berkarat terbiar ingkar dan khianat
Di tepi sebuah hari yang ranum
Sipir menapak bilik pesakitan
Mengeja nama yang ingin kuenyahkan
Rupanya bayangmu sungsang terjajah pilu
Kau kehilangan tempat pulang
Tersalib hinanya ayahmu
Dipaksa menjauhiku yang terseret menghitung sangkala
Di bilik dingin sarang bedebah
Aku menjadi penjahat dalam dunia maya
Menyanding kisah tuan berdasi dalam pesta siasat
Meraup hidup sebelum mati yang kian nikmat
Lupa, kelak hari akan melepas jasad
Pekanbaru, 1 Desember 2021
- Gustri Yulia, Pengurus FLP Wilayah Riau.
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com