Antara Batavia Dan Sepinggan | Puisi : Ika Yuni Purnama

ANTARA BATAVIA DAN SEPINGGAN

Subuh menyapa dingin

Sudut-sudut Soekarno Hatta masih lengang

Aku tersudut di caffe sepi

Berteman secangkir coklat hangat

Tiap seteguk coklat seperti mengusik palung hati

Tuhan, jagalah aku

Aku masih ingin melihat mentari pagi hingga tenggelam nanti

Jagakan pula dia dan mereka yang masih menungguku dengan cita dan cinta

Cangkir coklat mulai dalam

Hangat dan melegakan

Lima menit lagi boarding

Ya Tuhanku, tetiba aku telah berada tiga ribu kaki di atas laut

Ia telah merona merah menembus gelombang awan kelabu

Tuhanku,

Berikan cahaya mentari yang dingin

Agar burung besi ini tidak lebur jadi abu

Esok aku masih ingin menikmati coklat hangat

Dan berbalik arah pulang

Semoga Tuhan masih memberi asa dan cinta

Aamiin

Jakarta-Sepinggan, 13122022.06.18WIB

Ika Yuni Purnama, lahir di Yogyakarta, 26 Juni. Sarjana Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Master of Humaniora Pengkajian Seni Pertunjukkan dan Seni Rupa, Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dan Doktor Pendidikan Seni Universitas Negeri Semarang (UNNES) Semarang. Profesi yang ditekuni hingga saat ini sebagai Desainer Interior beberapa bangunan hospitality dan eksibisi serta dosen Fakultas Seni Rupa Dan Desain Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
puisiRiausajaksastra
Comments (0)
Add Comment