KOTAU
hujan, janganlah malas
biar induk pantau mencuat ke atas
salimang berdesakan
lemparkan telur ke arus deras
yang sampai pada waktunya
atau yang lama diam di balik batu
dan kayu-kayu kotau telah membawanya
ke hilir sungai yang paling lepas
sedang induk,
orang-orang menangkapnya dengan bebas
kotau, kau juga yang membawa
anak-anak ikan pulang beriringan,
panjang, hingga air sungai berubah hitam
riangkan ombak sepanjang tepian ke hulu
ia mencari tempat bermula
mejadi besar sepanjang perjalanan
meski orang-orang menangkapnya
sebelum nampak tujuan
kotau menjaga ikan untuk nelayan
nelayan menjaga sungai
untuk ikan kembali sampai
2019
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Esai Kritik Resensi, Peristiwa Budaya dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com