Robohnya Rumah Panggung Melayu | Puisi : M. Rizal Ical

ROBOHNYA RUMAH PANGGUNG MELAYU

Tangga berjenjang dengan selaso depan pintu tak tampak lagi seperti latar cerita Menangkap Pencuri Anak Perawan ketika Nona menunggu kedatangan Sir Djon tepi jendela kayu punak berpahat indah yang tak lapuk dimakan zaman

Semua telah roboh berganti besi-besi penyangga beton dan gadis bergincu tebal tanpa selendang penudung kepala yang asik memegang gawai bertatap manja meski berjarak jauh

Lapuklah dinding dimakan rayap waktu

berlubang digerogoti anai-anai berpuaka menuntun jalan-jalan sesat yang tak beradat

Terkesima dendangan irama membingkai syahwat

Berlenggok sambil tersenyum bersiasat

Lagak tak sepadan mengumpama diri bagai bidadari padahal tabiat selayak seekor mambang peri

Sampai terlupa aei syidah tak lagi membumbung asap hidu bawang merah berganti cerobong kendara pengantar makanan cepat saji penuh imaji tetapi haruk di sento puji

Pun pantun memantun bagai lenyap di ruang tengah terusik oleh gombalan syahwat cerita bergambar dari pemancar antena di atas ranjang durjana

Pelanto? Tersadai menjadi reban kandang ayam membusuk sebusuk kecewa malam pertama saat perawan hanya sebuah khayalan

Bengkalis, 02 Desember 2022

Akhir tahun yang sekah membasah

Comments (0)
Add Comment