ROBOHNYA RUMAH PANGGUNG MELAYU
Tangga berjenjang dengan selaso depan pintu tak tampak lagi seperti latar cerita Menangkap Pencuri Anak Perawan ketika Nona menunggu kedatangan Sir Djon tepi jendela kayu punak berpahat indah yang tak lapuk dimakan zaman
Semua telah roboh berganti besi-besi penyangga beton dan gadis bergincu tebal tanpa selendang penudung kepala yang asik memegang gawai bertatap manja meski berjarak jauh
Lapuklah dinding dimakan rayap waktu
berlubang digerogoti anai-anai berpuaka menuntun jalan-jalan sesat yang tak beradat
Terkesima dendangan irama membingkai syahwat
Berlenggok sambil tersenyum bersiasat
Lagak tak sepadan mengumpama diri bagai bidadari padahal tabiat selayak seekor mambang peri
Sampai terlupa aei syidah tak lagi membumbung asap hidu bawang merah berganti cerobong kendara pengantar makanan cepat saji penuh imaji tetapi haruk di sento puji
Pun pantun memantun bagai lenyap di ruang tengah terusik oleh gombalan syahwat cerita bergambar dari pemancar antena di atas ranjang durjana
Pelanto? Tersadai menjadi reban kandang ayam membusuk sebusuk kecewa malam pertama saat perawan hanya sebuah khayalan
Bengkalis, 02 Desember 2022
Akhir tahun yang sekah membasah