Air Mata Kerinduan | Puisi-Puisi Mahadir Mohammed

AIR MATA KERINDUAN

Mata malam

Mata yang tak pernah padam

Ketika yang lain berhembus diam

Kau justru bangun menerobos gelap yang amat kelam

Remang-remang lampu

Membuat kau tak pernah bisu

Menjaga kata

Menjaga imajinasi yang hampir ditelan lupa

Detak-detik jarum jam

Membuatmu bergerak menatap jarak

Jangkrik-jangkrik tak lagi bersorak

Tapi, kedipan demi kedipan

Kau melukiskan corak; air mata kerinduan

Rumah Tua, 2022

***

IMAJINASI SANG PUJANGGA

Binar wajahnya tak pernah susut dalam pikiran

Semakin diingat semakin mabuk dalam kenangan

Ingin kutuliskan, namun itu hanya imajinasi

Pemanis senandika setiap bait puisi

Sebagai pujangga gila

Imajinasi adalah kekasih hati

Baswara abadi dalam setiap diksi

Selalu setia ketika yang lain pergi

Bagaikan menabur bunga-bunga dikara

Diranjang empuk tempat senggama

Tak ada sang kama pujaan

Yang ada hanya kata dengan kiasan 

“Oh, nirwana”

Halaman Depan, 2022

***

JANGAN

Jangan lupa

Jangan!

Sebab lupa penghianat terbesar terhadap kenangan

Jangan ingat

Jangan!

Sebab mengingat membuat hati kembali tersengat

Sadarlah sejenak

Kita adalah takdir yang belum selesai

Ketika rasa di antara telah usai

Menyendiri dan menjauhlah agar kita bisa berdamai

Dapur, 2022

***

TIDUR UNTUK TERJAGA

Di ranjang tua ku mendua

Dari hati gelap gelita

Dari tawa-tawa bencana

Dari kesepian datang menjelma

Membuka mimpi memejamkan mata

Berharap terlelap menghapus hilap

Keheningan dengan sigap bersuara

Malam dengan gagah bercerita

Demi malam

Aku diam untuk bergerak

Demi gelap

Aku pejam untuk membelalak

Menyongsong pagi dengan istirahat

Menghapus hari dengan isyarat

“Tidur untuk terjaga”

Malam, 2022

Mohammed, kelahiran 21 April 1996. Asal Pangkalan kerinci, kabupaten Pelalawan, Riau. Seorang laki-laki yang hobinya memasak dan bermimpi, kesibukan harianya menyantap kuliner dan menonton review masak-masakan chef Renata. No WhatsApp: 085355751504. Facebook: Mahadir Mohammed. Instagram: @mahadirmohammed. Twitter: @MahadirMohamme4

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:

redaksi.tirastimes@gmail.com

Comments (0)
Add Comment