Episode Perpisahan | Puisi : Muhammad Dzunnurain

EPISODE PERPISAHAN

Kala fajar terbit dari ufuk timur

menyinari kehangatan jiwa yang lentur

mengobarkan semangat

dari keheningan yang membeku

dalam benak kalbu yang membisu

Senyum cakrawala yang membiru

menanti kedatangan seseorang

yang telah membawa jalan lurus kehidupan

seseorang yang tak akan pernah ku lupakan

meskipun dalam jiwa raga di kejauhan

Perasaan tak akan pernah hilang

bergeliat menjadi sebuah kenangan

yang tersimpan dalam rangkul pikiran

selalu mendatangkan sanubari kerinduan

Telah kutemui engkau di sudut senja yang buram

cakrawala yang gelap mendatangkan seruan tangisan

berteduh di bawah pohon-pohon yang rintang

menunggu deru angin untuk mengantarkan ucapan perpisahan

Kepadamu, tak akan ku lupakan

sampai detik terakhir penghabisan

Malang, 2022

Muhammad Dzunnurain, lahir di Sumenep pada 30 Juni 2003. Mahasiswa biasa saja menghabiskan waktu dengan membaca. Salajh satu karya puisi, opini dan esai pernah dimuat di media online dan cetak di antaranya Majalah Sidogiri Edisi 179, Antologi Puisi “Patah” (2022), Negeri Kertas(2022), Nolesa.com (2022), Rumah BacaTv (2022), Rumah Litersi Sumenep (2022), Kompasiana (2022), Koran Harian Bhirawa (Okt 2022).
puisisajaksastrasyair
Comments (0)
Add Comment