EPISODE PERPISAHAN
Kala fajar terbit dari ufuk timur
menyinari kehangatan jiwa yang lentur
mengobarkan semangat
dari keheningan yang membeku
dalam benak kalbu yang membisu
Senyum cakrawala yang membiru
menanti kedatangan seseorang
yang telah membawa jalan lurus kehidupan
seseorang yang tak akan pernah ku lupakan
meskipun dalam jiwa raga di kejauhan
Perasaan tak akan pernah hilang
bergeliat menjadi sebuah kenangan
yang tersimpan dalam rangkul pikiran
selalu mendatangkan sanubari kerinduan
Telah kutemui engkau di sudut senja yang buram
cakrawala yang gelap mendatangkan seruan tangisan
berteduh di bawah pohon-pohon yang rintang
menunggu deru angin untuk mengantarkan ucapan perpisahan
Kepadamu, tak akan ku lupakan
sampai detik terakhir penghabisan
Malang, 2022
Muhammad Dzunnurain, lahir di Sumenep pada 30 Juni 2003. Mahasiswa biasa saja menghabiskan waktu dengan membaca. Salajh satu karya puisi, opini dan esai pernah dimuat di media online dan cetak di antaranya Majalah Sidogiri Edisi 179, Antologi Puisi “Patah” (2022), Negeri Kertas(2022), Nolesa.com (2022), Rumah BacaTv (2022), Rumah Litersi Sumenep (2022), Kompasiana (2022), Koran Harian Bhirawa (Okt 2022).