Cinta dan Inori | Puisi Qonitah Rifda Zahirah

CINTA DAN INORI

Ini sudah hari kelima

Berita tentang daksamu terhantar padaku

“Sudah sampai tunjal, tiada harapan…”

Dadaku bergemuruh tatkala diagnosa diketuk palu

Segala eunoia sudah ku coba gali

Tetapi gundah tetap terpatri

Ku dekap erat dirimu tatkala masygul menghampiri

Lantas kamu berbunyi tanda mengikhlaskan hati

Tidak apa

Asmaraloka selalu tersedia untukmu

Pegang erat tanganku

Nikmati bersama petrikor sore ini

Pekanbaru, 12 Februari 2022


  • Qonitah Rifda Zahirah, mahasiswa Ekonomi Islam Universitas Brawijaya

Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Pentigraf, Esai, Pantun, Kritik, Resensi, Peristiwa Budaya, dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel:
redaksi.tirastimes@gmail.com

Covid 19puisisajaksastra
Comments (0)
Add Comment