BUTIRAN BENING
Satu persatu mutiara hati berkelana menjemput impian
Melintas udara, menyeberangi lautan menuju pulau seberang
Menimba ilmu, bekal kelak hidup di masa depan
Membangun kerajaan tempat bertahta sang raja dan ratu
Perlahan dan satu persatu butiran bening itu mulai mengalir jua
Mewakili qolbu yang melayang entah ke mana rimbanya
Memanggil kesunyian jiwa yang meratap dan bersahaja
Mengingat dalam kesendirian tanpa bersuara
Ketegaran hati dan senyuman penghias bibir berangsur sirna
Larut dalam kesabaran yang masih goyah dan meronta
Di mana dan ke manakah teman pelipur dalam suka dan duka
Penopang keteguhan iman dalam kesunyian sukma
Tuhan,
Putaran waktu yang begitu cepat dan tak mau menunggu
Masa yang berlalu tak akan pernah kembali lagi
Mengulang kehangatan bercengkerama bersama
Tuhan,
Tiada tempatku mengadu selain bersujud di hadapanMu
Tiada teman dalam kesunyian selain aku berdoa kepadaMu
Memohon keiklasan hati yang tulus dan suci.
Pekanbaru, 01 Mei 2023
Zulheriaty. Lahir 16 Agustus 1974. Mulai menulis puisi/otodidak 2015. Pernah menjadi guru mata pelajaran Biologi dan IPA selama 17 tahun. Sekarang berwirausaha sambil kuliah S-2. Sekarang mencoba aktif lagi menulis puisi. FB: Zul Heriaty.