Memandang dalam diam
Dibisikkan lewat bayu lungunnya
Seseorang yang telah meremas rasa
Mengaduk aduk pikiran hingga terkulai, lesu
Di depannya cawan telah tersaji
Merah muda molek nian
Mata tak berkedip menatap tiap gerak
Ingin menggapai sayang tak tersentuh
Wajah pucat itu tertutup pilu
Ratapi resah bercampur cemburu
Adakah aku telah terusir?
Dari sulam rindu yang pernah diukir
Mendung kian bergelayut
Dari pasi yang sengaja ditutup
Dengan senyuman, sehambar kuah gulai selais tanpa garam
Kalah, dan menyerah
Kenduri Puisi 2024