Satya Sawala: Puisi Wahyu Mualli Bone

Tiap-tiap kepal punya maksud dalam acungan.

Kumpulan kepul berlainan kuntum bunga apinya.

Saban kepala dalam satuan kebal menuntun alat cerna pada kebolehan utaranya.

Setiap pendengar setia jadi saksi suksesi ujar, ke padat, ke cair, ke mati dan kemana mau digelindingkan sesampainya hingga ke ambang awang-awang.

Hujan tak henti mengiringi pekan menuju tengah bulan yang kian memompa debur ke debar satya sawala.

Keterpedayaan lahir dari alat cerna yang membisik keuntungan kepal, kepul dan kepala.

Tak sembarang jari membentuk angka, itupun jika lengkap sepuluh dari sekian jumlah yang menyandang kurang dari standar normal, karena ada yang menyandang tiga jari, dua bahkan satu saja.

Ada yang tanpa jari. Dalam swa foto, jadi jumlah yang tetap bisa dihitung.

Ada juga tanpa tangan, jumlahnya tentu tidak menunjukkan bilangan.

Pekanbaru, 8 Januari 2024

Comments (0)
Add Comment