SEGUMPAL DAGING
Puisi Bunda Swanti
Ketika degub itu berirama serasi
Terangi jiwa berpikir jernih
Pecahan imaji terkoneksi dengan hati
Mencari kesesuaian antara dua keseimbangan
Hitam putih begitu mendominasi
Baik buruk hadir silih berganti, warnai gerak diri
Racun diteguk menjadi candu
Manis bagai manisan gulali
Hati ternoda titik-titik hitam
Semakin lama kian meruam, memar
Pekat!
Haruskah tetap memintal benang basah
Bercumbu api kemaksiatan
Cukup sudah,
Kembali pada-Nya
DIA begitu rindu sedu-sedan dan rintihanmu
Dia begitu pencemburu
Sungguh nikmat meraih hidayah sebaik-baik nikmat
Jangan pernah anggap sesiapa kerdil di matamu
Sebab Rabbmu tak menyukai itu
Duhai hati,
Mengertilah akan cinta tiada batas
Pulanglah dengan degub paling ritmis
Menuju nun penuh kasih, kulum dan gigit dengan gigi geraham
Maka bahagia akan tergenggam, hakiki
Rokan Hilir, 29 Desember 2024