Kutuang secangkir rindu
Dari seteko kerumitan hati
Kusuguhkan semangkuk sup cinta
Dari sebelanga konflik pikir
Hadirmu yang hanya sesaat
Sekedar meneguk rindu, lalu pergi
Sedang aku berharap jam kehilangan waktu
Untuk terus memelukmu, hanya untukku
Meski tahu, aku sekedar persinggahan, bukan untuk tinggal
Ragamu disini tapi hatimu tak seutuhnya buatku
Datang, pergi
Bahagia, terluka
Entah sampai kapan, bergulat dengan rasa
Rasa cinta yang menorehkan luka
Siapa yang sebenarnya terluka
Aku, kau atau dia
Pojoklautlamongan, 6 Juni 2022
Fajar Khoiryah, kelahiran Ngawi, 4 Mei 1979. Seorang ibu rumah tangga yang aktif menulis sejak tahun 2022. Beberapa antologinya adalah Sajak Estuaria, Elegi Patah Hati (Antologi puisi), Kau, Aku dan Kopi (Antologi cerpen), Berpijak Kuat pada Bumi (Antologi quote). Belajar puisi di Asia Imagination School (AIS). FB: Ririn Fajarkhoir, IG: @ririn_fajarkho