Selindung Huni: Puisi Wahyu Mualli Bone

Tata bata tindih celah. Rapat tumpuk ketat rekat.
Selidik benang setimbang air.
Terhalang pandang lulusan tiang lantai atap.
Pintu angin diseling, setakar pusat keluar masuk, renggang depa daun jendela.
Lain setumpuk lindungan hujan, lain seulas peneduh panas. Cuma naungan tak lepas kemas.
Ramah tempias simbah sandang, tajam bias menembus risa.
Berulas bata terdedah retak, papan remuk berhujan panas.
Jika berhitung berkali timbang, sepakat katup selindung huni.
Sempatkan sempit, semput pun sampai.
Jelang julang, lintas pun lantas.

Pekanbaru, 25 April 2024

Comments (0)
Add Comment