Si Shadiq Dan Si Iman: Puisi Wahyu Mualli Bone

Nama Hari penting disebutkan
Karena nama ada sebab akibat dan perhitungan.

Saat Si Shadiq menyelidiki namanya dengan perhitungan waktu ke waktu hingga hari pun ikut berlipat, tahulah dia bahwa ada di koma depan percaya yang belum sampai pada titik.

Si Iman karib Shadiq juga meraba dengan hati-hati meniti akar agar tidak terbiar sisa-sisa peninjauan.

Berbulan-bulan pun pertemuan Si Shadiq dan Si Iman, sampai saling meninggalkan purnama dan gerhana, akan sia-sia jika tak menyisakan menit menyuap madu percaya dan tanggung jawab.

Di nama hari ‘Arafa bertandang
Di kayuh waktu ‘Arif bertanggang
Di samping purnama bulan bersandang
Di Matahari peluh tahun terpanggang
Sampai tumpul Tsabit Bulan
Jelang tutup Mata Hari
Sampai bumi kembali banyak, seukur biji tahi kuku, mencari Ibu kandung di kulit tanah yang bernama cantik Siti Mak Rifah.

Shadiq dan Iman menelan tanggung jawab sampai kenyang air angin api tanah penyubur darah, memuntahkan antah selagi sempat, sebelum ke wilayah silang muntah tandas.

‘Arafa dan ‘Arif kembali ke hulu asal air sambil melambai angin angin, setelah arahan peti peta milik Si Shadiq dan Si Iman.

Nama Hari kembali bergulir dengan nama nama lengkap, penuh perhitungan.

Pekanbaru, 16 Juli 2024

 

 

 

Comments (0)
Add Comment