ADAKAH YANG MENDENGARKAN ?
Karya: Datin Sariana
Jika asam merana sendiri di gunung.
Dan garam di laut merindui di kesunyian.
Lalu mereka,
Bertemu di belanga kasih.
Sementara aku,
Hanya duduk seorang diri dalam sepi.
Qqshq yang ditunggu,
Tak kunjung tiba jua.
Tentu,
Kemarahan hati cintaku,
Semakin membludak.
Ke mana akan kucurahkan ?
Jawabannya,
Tentu tidak ada tempat untuk mencurahkannya.
Asam dengan garam,
Masih bisa mencurahkan rasa kasih sayang.
Begitulah bentuk cinta keduanya.
Jika ada yang berdusta,
Maka kemarahan hati cinta,
Dicurahkan tanpa jeda.
Hingga akhirnya,
Kecurangan dan dusta cinta,
Sirna seketika tanpa bekas.
Begitulah,
Bentuk kisah derita cintaku.
Hati cinta kasihku,
Memang teramat sakit.
Hendak dicurahkan,
Tapi ke mana dan dengan siapa ?
Apakah rumput yang bergoyang,
Mau menerima dan mendengar,
Keluhanku ?
Entahlah !
Jika rumput mau menerima,
Inilah suatu keajaiban.
Berarti,
Rasa cinta hatiku,
Punya tuah.
Hingga perasaan hati cintaku,
Ada yang mau mendengar,
Dan turut simpati,
Akan derita hati cinta kasihku.
Pekanbaru, Jalan Kali Putih, Gobah. Rabu, 9 April 2025.21.37