Aroma Rindu: Puisi Firman Wally

sore begini
antua su dudu di kursi kayu
tangada kopi yang aromanya
mendayu-dayu

sementara di dapur
air mendidih
yang antua kasi dudu
di atas kompor sedari tadi
seng ada yang jaga,
seng ada yang lia
termus kosong kedinginan
belum ada yang isi
dengan kehangatan
dikasi ingat
baru “oh iya”

di usianya yang senja
antua mulai lupa-lupa
tapi tidak dengan cinta
sampe tiba waktunya antua
pigi kasi tinggal katong samua

Tahoku, 09 Desember 2025

Firman Wally pria kelahiran Tahoku, 03 April 1995. Selain aktivitasnya sebagai pengajar di SMA NEGERI 27 MALUKU, ia juga aktif menulis. Saat ini dia sudah memiliki antologi puisi tunggal yang berjudul Lelaki Leihitu terbitan Teras Budaya 2020. Selain itu juga karya-karyanya sudah termuat di berbagai redaksi online, majalah dan Antologi bersama yang kurang lebih 90 buah di antaranya Antologi Dari Negeri Poci, JAZIRAH 11 Laut Dan Kembara Kata-Kata, Pertemuan Penyair Nusantara XIII Layang-Layang Tak Memilih Tangan, Wabul Sawi Festival Kariyau Hutan, Puisi Teh Penyair Asean, Festival Sastra Palangkaraya Dialog Lima Sungai, Festival Buitenzorg Bogor Book Party, Pertemuan Penulis Ajattappareng Simpakamase dll.

Comments (0)
Add Comment