Asatidz Pondok Pesantren Islam Al-Muslimun Bandar Sei Kijang Ikuti Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Bersama Dosen UIN Suska Riau: oleh M. Haadziqul Haqq (Tim Media PPI Al-Muslimun)

Sei Kijang, 25 Agustus 2026

Dunia pendidikan pesantren tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi juga penanaman nilai, pembentukan akhlak, dan penyemaian kasih sayang (transfer of values and affection). Berangkat dari kesadaran tersebut, dewan guru dan para asatidz Pondok Pesantren Islam (PPI) Al-Muslimun Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, Riau, mengikuti Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Gambar 2. Pemberian Materi Oleh Dosen UIN SUSKA RIAU, Indah Wati, M.Pd.E

Kegiatan yang sarat dengan nilai-nilai humanis ini menghadirkan narasumber istimewa, yakni tim akademisi dan dosen dari Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau yakni Indah Wati, M.Pd.E. Acara yang dihelat di pondok pesantren ini diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh asatidz dari berbagai jenjang pendidikan.

Kehadiran tim dosen UIN Suska Riau disambut hangat oleh pimpinan serta jajaran pengurus Pondok Pesantren Islam (PPI) Al-Muslimun. Pelatihan ini dirancang sebagai bentuk kolaborasi tri dharma perguruan tinggi dalam mendampingi lembaga pendidikan Islam agar terus berinovasi menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan akar spiritualnya.

Gambar 3. Praktek Dalam Memahami KBC

Dalam pemaparan materinya, narasumber menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang menempatkan kasih sayang, penghargaan terhadap potensi unik santri, serta komunikasi yang empatik sebagai fondasi utama pendidikan. Guru tidak lagi diposisikan sekadar sebagai pengajar di depan kelas, melainkan sebagai fasilitator, motivator, sekaligus orang tua kedua di pesantren.
Tidak hanya berfokus pada pemaparan konsep teoritis, pelatihan ini juga dikemas secara interaktif melalui sesi praktek memahami apa isi dari KBC itu sendiri.

Pihak Pondok Pesantren Islam (PPI) Al-Muslimun Bandar Sei Kijang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada tim dosen UIN Suska Riau yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan ilmunya untuk berbagi di pesantren.

Gambar 4. Suasana Diskusi Dalam Pelatihan

“Kami mewakili keluarga besar Pondok Pesantren Islam Al-Muslimun mengucapkan ribuan terima kasih kepada dosen UIN Suska Riau. Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta ini sangat bermanfaat bagi para guru di pesantren Al-Muslimun, tapi ini baru awal saja, harapan kami, akan ada pelatihan lanjutan, sehingga ilmu kami semakin banyak dan kami dapat menciptakan santri yang tak hamya bagus dalam akademik, tetapi juga baik dalam segi moral.” ujar Kepala Madrasah MTsS PPI Al-Muslimun, Ade Priyanto, M.Si.

Tak hanya itu, Ketua Yayasan Ikhwan, H. Salamuddin, BA, serta Sekretaris Yayasan Ikhwan, H. Silahuddin M.K Dalimunthe, S.Hut., M.Si, juga memantau pelatihan ini.

Gambar 5. Susasana Ice Breaking, Senam Melatih Otak, Agar Para Asatidz Lebih Fresh

“Dengan adanya pelatihan ini, harapan kami para asatizd semakin bertambah ilmu, serta dapat mengimplemtasikannya baik didalam kelas maupun diluar kelas, serta para asatizd lebih bisa memperhatikan para santri seperti anak kandung sendiri, dengan memberikan kasih sayang dan cinta,” ujarnya.

Melalui sinergi yang apik antara Pondok Pesantren Islam (PPI) Al-Muslimun dan UIN Suska Riau ini, diharapkan kualitas pendidikan Islam di Kabupaten Pelalawan, khususnya di Bandar Sei Kijang, semakin maju, adaptif, dan mampu mencetak generasi masa depan yang tangguh, cerdas, serta berjiwa pengasih.

 

Comments (0)
Add Comment