Bagaimana siang dan malam menyatu pada ruang ini? Bukankah mereka tak pernah bersua? Bukankah mereka dipisahkan durasi dan lokasi?
Mereka tak bertengkar akan gelapnya malam atau terangnya siang? Mereka tak berselisih siapa yang paling. Mereka tak berdebat tentang bagaimana ada. Gelap itu bukan hitam dan terang itu bukan putih.
Bagaimana aku? Yang takut akan malam atau terlalu memuji siang?
Bagaimana aku? Yang tak ingin gelap dan bertungkus lumus dengan krim untuk terang?
Bagaimana aku? Mengartikan malam itu suram dan siang itu berseri?
Seribu kebaikan dijanjikan, siang dan malam mengajarkanku arti perbedaan itu indah. Mata jangan melihat warna, telinga tak harus mendengar yang sama, dan hati harus menerima.
Masjid Nabawi, Madinah Al Munawwarah, 17 Ramadan 1445 Hijriah