Berteduh di Bawah Mobil Terbang: Puisi Muhammad Ridwan Tri Wibowo

Seorang yang katanya datang dari masa depan
berkata padaku,

“Waktu aku hidup di abad ke-22, aku pernah
berteduh di bawah mobil terbang yang sedang parkir,”
celetuknya sambil menepuk-nepuk jas ujan plastiknya
yang ia keluarkan dari jok motornya.

Kemudian ia memberikanku selembar foto polaroid.
Di foto tersebut; aku melihat ia dan beberapa orang lainnya
sedang berteduh di bawah mobil terbang yang sedang parkir.

“Bagaimana?” tanyanya sambil memakai jas ujannya.

Kemudian ia naik ke motor PCX 160-nya.

Beruntungnya ketika ia ingin menarik gasnya
aku sempat menyindirnya,

“Alah paling ini editan. Mana ada orang dari abad ke-22.
Memberikan selembar foto polaroid yang sudah lecek begini.”

Muhammad Ridwan Tri Wibowo, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Jakarta angkatan 2022.

Comments (0)
Add Comment