Berteduh di Bawah Mobil Terbang: Puisi Muhammad Ridwan Tri Wibowo

137

Seorang yang katanya datang dari masa depan
berkata padaku,

“Waktu aku hidup di abad ke-22, aku pernah
berteduh di bawah mobil terbang yang sedang parkir,”
celetuknya sambil menepuk-nepuk jas ujan plastiknya
yang ia keluarkan dari jok motornya.

Kemudian ia memberikanku selembar foto polaroid.
Di foto tersebut; aku melihat ia dan beberapa orang lainnya
sedang berteduh di bawah mobil terbang yang sedang parkir.

“Bagaimana?” tanyanya sambil memakai jas ujannya.

Tulisan Terkait

Kemudian ia naik ke motor PCX 160-nya.

Beruntungnya ketika ia ingin menarik gasnya
aku sempat menyindirnya,

“Alah paling ini editan. Mana ada orang dari abad ke-22.
Memberikan selembar foto polaroid yang sudah lecek begini.”

Muhammad Ridwan Tri Wibowo, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Jakarta angkatan 2022.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan