di meja arsip, ia tulis luka
dari lorong sempit tak dijamah kamera
suara nelayan dihapus ombak
ia rangkai ulang dalam paragraf
Ia tak kenal sorak di panggung berita
tapi langkah menembus propaganda
duduk bersama mereka yang tak punya panggung
mencatat bisik jadi teriak
ia tanpa pelindung nama
meraba kebenaran di jalan remuk
hadapi sensor tak kasatmata
jahit kabar agar tak jadi senjata
narasinya tak sekadar data
tapi detak dari hati yang dibungkam
bawa suara buruh, petani, anak jalanan
demi pagi yang lebih adil
Daya, 13 Juli 2025
Syalmiah, guru di UPT SPF SMPN 34 Makassar ini mempunyai hobi membaca dan menulis. Sejumlah buku antologi cerpen dan puisi sudah diterbitkan. Sejumlah puisinya pernah dimuat beberapa media; Tirastime, Ranah Riau, Timesline, Khatulistiwa, Sanggam dan beberapa yang lain. Tidak ada kata terlambat untuk memulai, maka lakukan yang terbaik selagi masih ada kesempatan. Saat ini ia masih menimba ilmu di Asqa Imagination School (AIS) di bawah bimbingan Kak Muhammad Asqalani eNeSTe. Penulis dapat ditemui di IG: Syalmiah74_