Cemeti di Ambang Waktu: Puisi Ewi Helwiya

Detik demi detik berlalu menjemput akhir
Langkah semakin gontai
Tonggak finish rapuh mengupat
Tersenyum pahit sambut tangan lelah

Sindiran sembunyi di balik keriput
Wajah topeng hiasi kepura-puraan
Denyut hati berbisik
Tegur diri dalam sepi

Sepuluh jari pinta ke langit
Benamkan kesombongan di malam buta
Alfa rasa syukur
Sesal menghimpit durasi hidup hilang

Berpegang pada sisa belas kasihan
Berlutut mohonkan cinta
Refleksi penghentian hening
Harap diri diberi tenggat

Rengat, 26 Desember 2023

Comments (0)
Add Comment