di halaman rumah tua, pohon jambu jatuhkan masa kecilku satu-satu
ibu jemur matahari di kain batik
ayah kayuh pagi dengan sepeda berbunyi lirih
tertawa, seolah dunia hanya perlu sabun cuci dan ember penuh khayalan
kami tak punya banyak, selain waktu dan tawa langit biru adalah milik bersama
dan suara ibu saat memanggil pulang
lebih merdu dari lagu mana pun yang pernah kutahu
waktu berlarian seperti kami yang main petak umpet
namun tiba-tiba semua menjauh
ayah menua dalam foto, ibu menjadi harum dalam doa
dan kakak jadi siluet yang datang seperti angin
kini, aku di kota yang tak punya halaman
jendela hanya menghadap sunyi
tapi dalam diri, kampung itu masih hidup
dengan aroma kayu bakar
suara angin dengan nyanyian masa lalu,
dan hangat peluk masih rimbun
Daya, 19 Juli 2025
Syalmiah, guru di UPT SPF SMPN 34 Makassar ini mempunyai hobi membaca dan menulis. Sejumlah buku antologi cerpen dan puisi sudah diterbitkan. Sejumlah puisinya pernah dimuat beberapa media; Tirastime, Ranah Riau, Timesline, Khatulistiwa, Sanggam dan beberapa yang lain. Tidak ada kata terlambat untuk memulai, maka lakukan yang terbaik selagi masih ada kesempatan. Saat ini ia masih menimba ilmu di Asqa Imagination School (AIS) di bawah bimbingan Kak Muhammad Asqalani eNeSTe. Penulis dapat ditemui di IG: Syalmiah74_