Jiwa-Jiwa Qorun: Puisi Sudiarti Arti

tanah muasal kita ada
ia adalah rahim segala rupa
segala embrio berkembang
tumbuhkan hamparan harapan pada semesta

tanah sumber kejayaan
simpan kekayaan,
namun,
kisah Qorun kini berulang
tumbuh subur dan berkembang
kerakusan merasuk jiwa-jiwa
mengeruk, kemaruk
lupa akan hakekat alam seisinya

tanah menangis pilu
kini ia terjajah
oleh tangan-tangan tikus sampah
mengerong suka-suka

tanah menjerit sendu
rindukan sapaan air
yang telah lama tak mampir
karena angin semakin mangkir
dikuasai tangan-tangan jahil

Sragen, 18 Agustus 2025

Sudiarti, Lahir di Rembang, 15 Januari 1969. Adalah seorang guru Kimia di MAN 2 Sragen Jawa Tengah. Ia merupakan alumnus Pendidikan Kimia UNNES Semarang dan Pasca Sarjana UNS Surakarta. Pernah menulis beberapa puisi antologi Nyanyian Rempah di Geladak Kapal Asing, Sekotak Cinta Ibu, Tangguh Tumbuh, Damai Sepanjang Masa.Buku puisinya yang telah terbit berjudul Cinta dan Rindu. Beberapa puisinya dimuat di media cetak tirastime.com, Asqa Imagination School, shalmahpublishing.com, KKR Bali. Aktif di kelas Asqa Imagination School (AIS). FB: Sudiarti Arti. IG: @sudiartiarti

Comments (0)
Add Comment