Kabar dari Pelukan Janani: Puisi Alif Hazen

Dalam ritme dengkur suara tidurku
Pelukan ibu adalah permadani menghangatkan
Melekat di dada, merasuk dalam kalbu
Dan rindu kehangatan semakin meyakinkan

Sorak sorai kanak-kanak bertakbir, membawa obor
Dalam dekap Ramadan, aku merapalkan doa paling intim
Meminta harap, mendulang sorot
Cahaya yang berpendar di bola mata hati

Waktu berlalu, menuntut melupa
Pada Ilahi, Ibu kembali
Sisakan kenangan, tiap detak penuh luka
Serupa angin yang berlari, tak pernah mati

Dalam pelukan Janani, kita abadi
Sisimu ialah Ilahi, hangatmu penuhi nurani

Gresik, 29 November 2024

*Dalam bahasa Sansekerta, kata ‘Janani‘ diterjemahkan menjadi ‘ibu‘ atau ‘pemberi kehidupan‘, yang merangkum sifat-sifat pengasuhan dan pemberi kehidupan seorang ibu.

Alif Hazen, adalah nama pena dari penulis kelahiran 5 Mei yang mengawali dunia kepenulisan dengan menulis diary. Pernah menyabet juara 1 Menulis Cerpen 1000 Yatim 2010 se-Jawa Timur dan beberapa event puisi tingkat komunitas. Tulisannya; puisi, cerpen dibukukan dalam beberapa antologi bersama penulis lain. Kini, ia mulai terjun di dunia puisi melalui komunitas COMPETER dan Asqa Imagination School (AIS). Terkadang menelurkan imajinasinya di karyaalifa.blogspot.com dan IG @alifa_56.

Comments (0)
Add Comment