Kedabu Tanggam: Puisi Wahyu Mualli Bone

Buah runcing muka masih berbunga sebelum membiakkan anak. Tidak pernah dituai, cuma dimakan yang melewatinya dan para pengidam, itupun tak merata.

Asam air asin tampak kopak takaran tanggam, pertanda sudah ada yang punya sebelum akhirnya kembali lewat memetik.

Tak satu senggayut kedabu tanggam, yang penting tak bermaksud menuai.

Menghitung hari lagi bulan menahan. Biasanya pantang nampak, mengumpulkan penggoda lidah, sebab kedabu tanggam hampir tak terlihat sepanjang terang pertahanan.

Tak tahan, memang terpampang kedabu tanggam.

Kedabu tanggam, bukan tak selera. Ada masamu mematangkan umur biji merekah cambah.

 

Comments (0)
Add Comment