Kosong di Saku, Berat di Kepala: Puisi Dewi Rejeki

Di sudut ibukota yang gegap gempita,
lampu jalanan begitu terang,
berkilau mewah

Angin berbisik, iringi langkah ragu, menembus sepi
Dompet kosong, harapan kian kecil,
hidup bagai bekunya es,
dingin

Aku melewati para pedagang kaki lima ibukota yang jajakan dagangan
Kembali aku tengok lipatan-lipatan dompet lecek
Sungguh aku terjebak dalam harga-harga berdansa di kepala,
Aku hanya mampu menatap mereka

“Besok bagaimana?” tanya hati lirih,
Sementara waktu terus mengiris perih
Pundi kosong, mimpi terdampar,
Menunggu cahaya di balik dinding kelam

Ada mimpi yang tak mau mati
Aku harus mengubah luka jadi cerita,
Biarkan galau jadi cahaya

Tangerang, 10 Desember 2024

Dewi Rejeki, perawat dan penulis yang suka dengan makan bakso ini memulai karier berpuisi sejak 2020 belajar di AIS. Telah kirim ke media massa digital dan mendokumentasikan melalui buku antologi puisi. Saat ini 30 besar Anugerah COMPETER Indonesia 2025 yang pemenangnya diumumkan pada 1 Januari 2025. IG: dewirejeki77. FB: Dewi Rejeki.

Comments (0)
Add Comment