Kota Kata: Puisi Wahyu Mualli Bone

Mari singgah di kota kata yang kini rapi dimakan hari.
Dahulunya desa yang sebelumnya kita sama-sama tahu rimbunnya.
Bubut coklat jauh kepakan, elang tikus entah di mana berlabuh, burung kuntul bingung mencari tempuyu.
Burung apa lagi, kata kalimat jelmaan kota kata.
Usahlah disampaikan semua keluh, hanya membuang peluh di baju lusuh, nanti puyuhpun tak menghampiri rumput depan rumah.
Benar, puyuh lupa padangnya, pandangannya sisa makanan di mana-mana, untung belum basi.
Ada bangkai elang keluit.
Di Kota kata katanya
Katamu
Kota saja
Sudah dikata, kata kota
Kata burung
Tinggal kabar burung.

Desa Batang Duku, 19 April 2024

Comments (0)
Add Comment