Labuan Murhum: Puisi Firman Wally

Ini labuan
menyumbut kedatanganku
melebarkan tangan
memeluk tubuh seribu mimpi

di sini untukku bukanlah sebuah persinggahan
melainkan tempatku pulang
laut yang asin semacam di kampung
anak-anak berlayar dengan kole-kole terapung
ingatanku membuih menuju pesisir paling teduh

pasar-pasar yang ramai
kraton adalah rumahku
pagar-pagar yang mengitari
aku damai untuk sehari

tiba kapal bertolak dari bahunya
separuh aku adalah jangkar
menikam paling dalam
saat laut tenang
pikiranku bergelombang

bertanya “kapan lagi aku datang?”

entah di tahun ke berapa kita akan bersua
tapi untukku itu bukanlah sebuah kecamasan
nelayan kepada angin laut
sebab di labuan murhum leluhurku adalah sauh dan aku adalah perahu dengan sungguh mencintai saat berlabuh di tubuhmu

Bau-Bau, 11 April 2025

Comments (0)
Add Comment