takbir berkumandang merdu
makhluk mungil duduk menyendiri
memandang langit suram menangis debu
akankah lusa tersaji maqluba untukmu?
kau berharap melihat bintang
nyatanya hanya panah petir dari pengecut
berkoar seolah paling berani
di bumi yang mereka singgahi tanpa permisi
namun, bibirmu tersenyum kecut
menggeleng batin tak terjawab
akan tingkah pencuri yang mengaku memiliki
mengabur kemuliaan mengoyak harga diri
telah sampai berita padaku
bahwa duniamu sungguh berbeda
udara para pejuang keruh menyeluruh
namun, siapa sangka segar wanginya sampai ke Firdaus-Nya
tubuh mungilmu terbang dengan lambaian
bagaimana jiwa seindah itu menunggu datangnya jemputan
dengan riang dan ketangguhan
sedang aku?
kalianlah yang sungguh merdeka
bukan para pendosa yang terus berdebat sia-sia
selamat!
maklubamu telah tersaji
pada piring emas di taman surga.
Purbalingga, 16 Juni 2024
Indah Annisa Diena, lahir di kota Purbalingga, Jawa Tengah. Buku solo pertamanya berjudul Melukis Selaksa Rasa. Menuliskan beberapa antologi buku diantaranya Menjadi Wanita Terbaik, Jejak Langkah Kehidupan, Srikandi Hebat Indonesia Kekuatanku, Meliorism, Deo Gratias, Di Sebuah Hotel, dan Kumpulan Cerita Anak. Tergabung dalam Komunitas Puisi Bekasi (KPB). Jejaknya bisa ditemukan di akun instagram @byindahdiena dan facebook Indah Annisa Diena.