Mendahulukan Adab Daripada Ilmu: Puisi Amanda Amalia Putri

Kehalusan budi pekerti dinilai sebagai tempat paling tertinggi
dibandingkan dengan ilmu pengetahuan
Perkataan bisa menjadi senjata tajam tatkala berterus terang
Bisikan maut mempengaruhi proses daya tangkap berpendapat
Penghinaan secara verbal hanya dianggap gurauan semata

Tingkat rasa hormat telah gugur dalam satu medan laga
Menertawakan tingkah laku yang tidak sesuai dengan kepribadian
Seolah-olah tidak ditemukan celah kesalahan saat mengklarifikasi sebuah masalah
Secara tidak sadar sedang mencari suatu pembenaran

Ketapang, 04 Desember 2024

Amanda Amalia Putri, lahir di Banyuwangi, 28 Februari 2004. Mengisi waktu luangnya dengan menulis puisi. Puisi-puisinya termuat di Banera.id, Bantenhejo.com, biliksastra, darus.id, Lamanriau.com, Madurapers, Mbludus.com, MediaKTM, NOLESA.COM, Riausastra.com, Salik.id, pronesiata.id, SumenepNews.com, dan sepenuhnya.com. Beberapa puisinya termuat dalam buku antologi bersama antara lain: Pengembara Rindu(2020), Senandung Bait Cinta Pertama(2023), Gugur Cinta ke Pelukan Rindu(2023), Rahasia Hati Yang Tak Pernah Terucap(2023), Simpul Rasa(2023), Aku di Garis Penantian(2024), dan Jejak Masa Lalu(2025).

 

Comments (0)
Add Comment