MENENUN RINDU
( Bunda Swanti)
Kupungut rindu yang tercecer
Di sela-sela daun kopi
Kubaca sekali lagi
Hamparan kebun kopi menyimpan misteri
Teka-teki hati sulit dimengerti
Titah Reje pun Ama dan Ina
Samikna waatokna
Menurut patuhi aturan dan tatanan
Lalu
Jika rindu tercecer di tiap helai daun
Akankan bunga kopi meranum buah
Tetap seperti itu harapan dan doa dipinta
Pada Tuhan melalui tanah yang menyimpan segenap cinta
Biarkan biji kopi merona merah
Siap dipetik para ina
Lalu dijemur, digiling dan disortir
Mencari biji tunggal yang mahal
Menyisahkan pasel
Biarlah kutenun kembali ceceran rindu itu
Untuk kurosting sendiri
Dengan caraku
Dalam diamku
Rokan Hilir, 2 Januari 2025