Menghitung Rindu: Puisi Lalik Kongkar

Aku suka duduk di atap rumah.
Di sepertiga malam yang lingsir.
Sambil menghitung bintang kita.
Yang hasilnya selalu berupa tanya.

Seperti rindu yang tak terkalkulasi.
Karena tak satu kalkulator manapun sanggup menghitungnya.
Semisterius itulah rinduku, kekasih.
Bagiku, apapun itu tak pernah sia-sia seperti mencarimu dalam gelap.

Meski aku tak meyakini cinta dalam buta.
Tapi sialnya aku sudah lupa.
Seperti apa warna bayangmu.
Yang ku ingat hanya jingga di matamu menyipit.

Comments (0)
Add Comment