Mengulik Luar Dalam: Puisi Wahyu Mualli Bone

Bukan kali pertama tuntutan ditautkan, seusia celik mengalahkan kilah penunggu ulah.

Padah luar dalam menunggangi oleng tawa, bingkisan ulik oleh-oleh kelak. Tebaran luar dalam di jarak damping api dan segudang cakupannya, cukup secercah air angin api tanah yang ditatah. Tidaklah mudah dan sebaliknya.

Tidak dari petuah, tidak dari pepatah, tidak dari adat istiadat, tidak pula dari penyair yang dianggap penebar syi’ar. Terbilang puncak perhitungan bahan pilih yang menuntut runut bin apa dan siapa serta sebab akibat yang disifati dari Zhahara ke lahiriyah, dari Bathana ke batiniyah.

Mengulik luar dalam berlaku sejak keberlakuan tindak pikir dalam hak lahir kembali atau tertutup pintu lahir.

Perkara Batin dalam bincang Zahir mencari Bapak dan Ibu, inang singgahan yang terkicuh kancah Jazirah sudah lewat pukul tujuh belas.

Desa Batang Duku, 10 April 2024

Comments (0)
Add Comment